Kekurangan Mazda CX 5

Kekurangan Mazda CX-5

Mazda kembali lagi mengusung mini SUV, Mazda CX-5 masuk ke ranah pangsa pasar otomotif di dunia, begitu pula di Indonesia. Mini SUV ini dikabarkan akan meluncurkan versi terbarunya pada 2017 setelah dikenalkannya pada ajang GIIAS 2017 lalu. Awalnya Mazda CX-5 dirilis pada tahun 2012 yang mengusung filosofi kodo desain. Sedangkan pada tahun 2015, Mazda CX-5 diperbarui dibagian dapur pacunya yaitu mengusung dapur pacu berkapasitar 2.5 liter. Kembali memberikan varian terbarunya pada tahun 2015 yang mana mengusung mesin berkapasitas 2.0 liter hanya untuk versi sport sedangkan untuk mesin berkapasitas 2.5 liter pada varian Grand Touring, Touring dan urban.

Kekurangan Mazda CX 5

Walaupun dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan yang akan membantu kinerja dan performa dari mobil SUV kompak tersebut. Namun, Mazda CX-5 juga dilengkapi dengan beberapa kekurangan yang membuatnya kurang bisa bersaing ketat dengan pesaingnya seperti Honda HR-V, Nissan X-Trail, Hyundai Tucson dll.

Pada bagian eksterior dari Mazda CX-5 ini memang sangat menarik terutama mengangkat konsep kodo desain yang berarti desainnya yang tajam dan sporty sehingga terkesan lebih gagah dan proporsional. Namun, sisi kekurangan dari mobil ini adalah adanya material plastik berwarna abu-abu gelap dibawah bumper dengan tambahan lubang besar di airscoop yang membuatnya terkesan lebih ringkih. Sedangkan bagian interiornya, pada bagian ring yang terdapat pada kokpit diisi dengan informasi yang tertera pada MID Digital. Fungsi layar tersebut memang akan membantu pengemudi namun pengemudi akan merasa kesulitan ketika terpapar sinar matahari karena layarnya menjadi silau. Pada bagian kabin belakang, mobil ini menggunakan tempat duduk yang terlalu tegak sehingga membuat penumpang merasa tidak nyaman dan tidak bisa digunakan untuk lebih bersantai.

Sedangkan untuk mesin, memang tenaga yang dihasilkan cukup baik namun sayangnya mobil ini harus menggunakan bahan bakar minimal RON 92 yang diyakini akan mengeluarkan biaya lebih mahal terlebih raungan mesin juga akan lebih kasar jika menggunakan perputaran rpm menengah ke atas. Kekurangan lain dari mobil ini adalah kamu akan kesulitan untuk mendapatkan sparepartnya karena Mazda belum tersedia di beberapa kota di Indonesia.