Kekurangan Mazda Biante

Kekurangan Mazda Biante

Setiap mobil pasti memiliki berbagai kurangan, entah itu sedikit atau banyak. Jika kekurangan mobil tersebut sedikit, pastilah dengan berbagai kelebihan yang dibawanya, akan menutup kekurangan tersebut. Atau, ada juga mobil besutan vendor ternama yang rasio kelebihan kekurangannya seimbang, yaitu 50 : 50. Hal ini tentunya terdapat berbagai faktor yang melatar belakanginya, termasuk segmen, harga, dan lain sebagainya yang tentunya sudah dipertimbangkan baik-baik oleh sang produsen.

Kekurangan Mazda Biante

Kali ini begawei akan mengulas mengenai kekurangan mobil besutan Mazda, yaitu Mazda Biante. Mobil keluaran tahun 2012 tersebut pertama kali diperkanalkan pada ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012 dan begitu menarik perhatian publik. Tentunya meskipun mobil tersebut tergolong premium, tetapi tidak bisa terhindar dari beberapa kelemahan yang melekat di diri mobil premium tersebut.

Mobil besutan produsen otomotif papan atas asal Negeri Sakura tersebut memiliki kekurangan diantaranya yaitu, memiliki kabin yang sempit dibandingkan dengan MVP lain besutan kompetitor-kompetitornya. Hal ini dikarenakan bodi mobil yang menurun ke bawah sehingga mobil ini pada bagian belakangnya memiliki ukuran yang sempit, sehingga bagasinya pun tak bisa menampung barang-barang bawaan yang banyak.

Selain itu, Mazda Biante ini memiliki konsumsi bahan bakar yang tergolong boros. Untuk menempuh rute dalam kota, mobil ini hanya mampu menempuh jarak 7,8 kilometer dengan satu liter pertamax. Sedangkan, untuk jalan bebas hambatan konsumsi bahan bakar Mazda Biante mencapai 1 : 12,4 , dengan catatan 1 liter pertamax mampu menempuh jarak 12,4 kilometer.

Diluar spesifikasi yang dibawanya, mobil ini suku cadang atau spare partnya cukup mahal. Hal ini dikarenakan stok spare part yang ada di pasaran tidak sebanyak spare part para kompetitornya. Tak hanya itu saja, jaringan aftersale nya juga tergolong masih minim karena hanya ada di beberapa kota besar saja sehingga cukup menyulitkan bagi penggunanya yang berdomisili di pedesaan.

Terkait dengan harga, mobil besutan Mazda ini juga dibanderol dengan harga yang cukup mahal, yaitu hampir mencapai Rp. 500 juta. Lebih mahal dibandingkan dengan para kompetitornya.