Mazda 8

Kekurangan Mazda 8

Jika melihat segmen MPV di Indonesia, sepertinya tidak akan berkurang mengingat banyaknya konsumen Indonesia yang masih meminati mobil jenis ini. Salah satu MPV yang tidak kalah menarik adalah dari pabrikan Jepang yaitu Mazda 8. MPV ini telah dijual di negara asalnya sejak tahun 2006 lalu sedangkan mulai dijual di Indonesia pada 2011 yang mulai dikenalkan pada ajang Indonesia International Motor Show 2011 oleh PT Mazda Motor Indonesia.

Mazda 8

Walaupun sudah dipasarkan sejak 2011 lalu namun pasar MPV ini juga belum mengalami peningkatan yang signifikan. Walaupun begitu pihak Mazda masih mempertahankan Mazda 8 di Indonesia. Pastinya, Mazda 8 memiliki beberapa kekurangan yang membuatnya tidak mudah naik pangsa pasarnya.

Berawal dari mesin yang digunakan, Mazda 8 mengandalkan mesin MZR berkapasitas 2.3 liter 4 silinder 4 katup DOHC yang bisa menghasilkan tenaga sebesar 162 Hp dengan 6.000 rpm dan torsi 203 Nm dengan 3.500 rpm. Mesin ini dikabarkan tidak bisa menghasilkan tenaga secara maksimal sebab pengendaran disarankan untuk tidak menggunakan bensin dengan oktan 92 ke atas. Apabila tetap menggunakan mesin bensin diatas oktan 92 maka kinerja mesin akan melemah.

Disisi lain, MPV berbadan bongsor memang lebih ribet daripada SUV atau sedan lainnya. Terlebih ketika melaju dijalanan atau berakselerasi di jalan yang menanjak. Apalagi Mazda 8 merupakan jenis mobil yang tergolong berat dan hanya disokong oleh tenaga yang tidak maksimal sehingga menyulitkan akan u-turn sebab radius putarnya yang besar.

Fitur lainnya yang belum bisa mendukung kemudahan pengemudi adalah kurangnya paddle shift, cruise control dan tombol audio setir. Kurangnya minat konsumen Indonesia terhadap Mazda 8 diantara lain adalah masih minimnya jaringan servis di beberapa daerah di Indonesia selain itu harga jual kembalinya juga sangat rendah.

Namun, walaupun memiliki beberapa kekurangan di beberapa fitur, Mazda 8 tertutupi dengan kelebihan lainnya diantaranya adalah suspensi deoan dan belakang yang mampu meredam permukaan jalan kurang rata tanpa mengorbankan handling.